destination dream

Kamis, 15 November 2012

Pertemuan indah

Cinta pertama yang baru disadari setelah kehilangannya lebih berkesan dan mendalam. Walaupun cinta pertama itu hanya sebentar mampir dihidupku, dan tidak menjadi milikku seutuhnya. Sosok dia, sosok lelaki seperti biasanya, yg punya gairah dan ketertarikan sendiri, dan tidak ada alasan untuk aku tidak suka pada dirinya. Dari sekian cowok yg ku sukai disekolah ini, hanya dia seorang yg benar-benar bisa membuatku merasakan apa itu cinta pertama yg benar-benar dalam. entah ini cinta pertama yang sesungguhnya atau bukan.Dia... Aku melihatnya dari kali pertama aku berangkat sekolah menjadi siswi SMA yg sedang di mos. Melihatnya dijalan mengendarai motor lakinya saja sudah membuatku tertarik dan membantin 'hmm lumayan'. Meskipun aku tahu, aku tidak punya kesempatan dan keberanian besar untuk mengenal ataubahkan dekat dengannya.

Aku tahu dia pasti sekolah disekolah yang sama denganku. Tapi sayangnya aku tidak terlalu ingat wajahnya itu. Seharian disekolah pda saat itu aku tidak memikirkannya sama sekali. Hari Mos pun berlalu. Aku hanya bisa melihat sosok badan dan motornya setiap kali aku berangkat sekolah. Ketika di sekolah aku tidak pernah melihat dirinya yg setiap pagi kulihat dijalan itu. Memasuki semester 2 akhir kelas 10, aku sering melihatnya. Saat itu aku ingat dan yakin bahwa itu dia. Tapi saat itu juga aku sudah merasa biasa, walaupun msih tersisa rasa- rasa tertarik padanya. Aku ingin sekali bisa dekat dengannya, meskipun sebatas teman. Untuk bisa mengenalnya saja itu sudah membuatku senang. Suatu hari, aku pinjam handphone teman sebangkuku dan melihat contact di bbmnya. Tak lama kemudian, aku melihat foto dari nama contact temannya. Di foto itu ada 3 atau 4 org laki-laki yang salah satu sosoknya aku kenali. Dan ya! itu dia, pada detik itu juga aku lgsg invite dia di bbm dan tahu namanya.

Hari demi hari terus berjalan, sampai akhirnya ujian akhir semester 2 di kelas 10 pun dimulai. Hari pertama ku lewati seperti biasa adanya, aku belajar dan selalu menyelesaikannya dengan baik sampai hari terakhir. Di haru terakhir, aku melihatnya yg muncul dari jendela ruangan ujian yg bersebrangan dengan ruanganku. Saat itu juga aku spontan "eh? itu kan dia". Temanku pun menjawab "siapa? si a?". Ya, dia memiliki nama panggilan "a" (itu istilah bgiku disini, yg gak bisa ku beritahu disini). Aku pun menjawab pertanyaan temanku itu, "hah? iya, lo kenal?? serius? huaaa". "tapi dia udah punya cewek, Lan" temanku nyeletuk tiba-tiba, dan.......perasaan buyar, entah smuanya jadi satu. Disitu aku merasa sangat senang sekali bisa tahu namanya dan bagaimana dia, walaupun hanya sekedar, walaupun aku tahu dia sudah ada yg memilikinya.

Pada hari itu, aku berencana akan pergi ke acara pensi sekolah SMA lain. Aku pun mengajak temanku itu, dan dia pun tertarik. Sampai akhirnya aku berkata "kalo lo dateng sama "a" beneran, gue mau kenalan beneran deh!" sumpah pada waktu itu sangat-sangat menjadi seorang yg sok berani dan agak gaktau malu. Lalu kita setuju dengan rencana itu. Temanku pun langsung mengajak si "a", dan dia pun mau. Betapa senang dan deg-degan yg sangat membara ku rasakan saat itu juga.Setelah sampai dirumah, aku merasa senang sekali. Bisa bertmu dengannya langsung dan berkenalan membuatku tersenyum dan tegang banget. Jujur, aku bingung mau pakai baju apa, bagaimana, dan akhirnya aku pun hanya memakai baju biasa dan berfikirjust be as who you are. Aku keep going on sms dengan temanku itu. Dia berangkat bareng sama si "a", dan aku berangkat terlebih dahulu. Sesampainya di sekolah itu, aku tegangku agak berkurang dan tidak terlalu memikirkan mereka, karena di sana aku bertemu teman lamaku.

Ketika aku melihat jam, aku baru sadar kalau sudah jam 5 dan mereka belum kunjung datang. Padahal temanku itu blg kalau mau datang jam 4. Aku pun bertanya, dan ternyata si "a" masih tidur. Temanku menyuruhku mengirim bbm ke si "a" untuk cepat. Dan tanpa berfikir aku langsung mengeping bbmnya. Lama...menunggu...dan akhirnya dibls "ya, kenapa?". Aku pun kaget, senang, dan begitu deg-degan. Lalu aku lgsg berbicara seperlunya mengenai temanku yg sudah menunggunya. Hari pun sudah petang tetapi mereka berdua belum juga datang. Handphoneku lowbat, dan ya aku gak tahu kabar mereka. Tiba-tiba teman sebangkuku memanggil dan memberikan handphonenya padaku, dan aku melihat ada chat dari si "a" untukku. Ternyata itu temanku yg mengabarkan kalau dia sudah datang dan mereka punya sdkit problem. Temanku menyuruhku keluar untuk menemuinya, dan aku pun lgsg berlari keluar.   Saat itu aku tidak memikirkan bagaimana bila bertemu dengan "a". Aku pun  bertemu dengan temanku, tapi tidak dengan "a". Aku sontak bertanya "mana si dia? kok gakada?", temanku pun menjawab "tau ah! dia lagi muter-muter katanya. bete gue!". Aku hanya diam, dan mendengarkan apa yg sbnrnya terjadi. 

Lama...saat aku sedang mendengar cerita tentang apa yg terjadi, tiba-tiba "a" dateng. Temanku lgsg memanggilnya, "sini, disini deketan". Dia berada di pinggir jalan sebrang dari kita. Lalu dia lgsg mendekat ke kita, perasaanku sangat-sangat senang dan tegang. Aku dan dia posisinya pas sekali berhadapan. Kami pun berbicara lanjut tentang yg tadi. Acara pensi pun selesai, anak-anak lain pun sudah mulai keluar, dan sahabatku pun jga keluar mengajakku kerumahnya. Memang tujuanku, sahabatku, dan temanku itu ingin kerumah sahabatku. Temanku meminta "a" mengantarnya ke rumah sahabatku, dan dia pun mau. Kami jalan berbarengan, temanku sama "a" aku sama temanku lutfi dan sahabatku sama pacarnya. Di jalan, aku meminta temanku untuk blg kalau aku sebenarnya tertarik pada "a", tetapi temanku tidak berani mengatakannya. Sesaat kemudian, kita sampai di rumah sahabatku. Kita pun turun dari motor masing-masing. Dengan memberanikan diri, aku blg ke "a" "makasih ya udah mau nganterin dia, hehe", dan dia pun menjawab "oh.. iya gapapa kok, sama sama" sambil tersenyum dan aku pun berbalik memberikan senyum bahagiaku ke dia. Aku bisa merasakan kalau sebenarnya aku masih menyimpan rasa itu, rasa saat pertama kali melihatnya, rasa yg sempat menghantui dan membuatku sangat berharap. Kita pun lgsg masuk dan berbicara sesuatu yg biasa dibicarakan para perempuan.
Tiba-tiba aku blg ke temanku "eh, tolongin gue ya plis? sms dia ya plis?" dan temanku menjwb "iya udah sana, tapi jangan blg itu elo dan jangan lebay ya!". Wah, kesempatan besar yg aku dapatkan, lalu aku mulai smsnya, ini isi sekedar dari sms yg aku ingat:
aku: "A" makasih ya udah mau nganterin haha.
dia: iya selow
lalu aku lupa lanjutannya, dan setelah itu:
aku: eh temen gue tadi agak suka tuh sama lo, cieeee
dia: ha? yg mana? wkwk
aku: yg pake krudung, yg wulan itu. gimana?
dia: oh haha. iya iya, lumayan. manis wkwkwk
Seketika aku senyum meledak bahagia...
aku: iya bener, manis ya? boleh lah di greet
dia: iya haha. ah gaenak gue, gak kenal kan
aku: ya makanya greet dong biar kenal. Jangan lupa sama yg di gading (pcnya)
dia: iya deh nanti. haha iya, tau aja. Biarinlah temenan ini kan :p
Saat itu aku lgsg merasakan sesuatu yg aneh, tapi rasa itu kebanting sama rasa senangku yg menggebu-gebu. Selesai sampai disitu, aku lupa lanjutannya. 
Hari pun sudah mulai larut malam, aku dan temanku pulang bersama dengan rasa senang yg membara.

Malam pun semakin larut, aku sudah seloyoran di atas kasurku. Tiba-tiba ada yg mengeping bbmku. Saatku lihat, ya aku terkaget-kaget saat membaca display name yg muncul mengepingku adalah "a". Awalnya kupikir itu ping an chat tadi siang saat pending, ternyata tidak, dia benar-benar mengepingku untuk menggreetku. Rasa bahagia yg benar-benar bahagia datang dan bisa aku rasakan. Saat itu juga aku menyadari aku memang sudah benar-benar suka padanya. Pada sosok yg ku idam-idamkan secara sunyi, sosok yg seringku lihat dipagi hari, dan sosok lelaki yang telah dimiliki seseorang. Ya, aku tahu ini salah, aku tahu aku bisa dikatakan 'genit'. As far as i feel, i totally dont care about what everything like that in that time. Aku mengerti dan aku sangat tahu itu, makanya aku mencoba mengontrol smua emosi perasaanku padanya. Dan aku hanya menikmati kesempatanku untuk dekat dan bisa mengenalnya.