Cinta pertama yang baru
disadari setelah kehilangannya lebih berkesan dan mendalam. Walaupun cinta
pertama itu hanya sebentar mampir dihidupku, dan tidak menjadi milikku
seutuhnya. Sosok dia, sosok lelaki seperti biasanya, yg punya gairah dan
ketertarikan sendiri, dan tidak ada alasan untuk aku tidak suka pada dirinya.
Dari sekian cowok yg ku sukai disekolah ini, hanya dia seorang yg benar-benar
bisa membuatku merasakan apa itu cinta pertama yg benar-benar dalam. entah ini
cinta pertama yang sesungguhnya atau bukan.Dia... Aku melihatnya dari kali
pertama aku berangkat sekolah menjadi siswi SMA yg sedang di mos. Melihatnya
dijalan mengendarai motor lakinya saja sudah membuatku tertarik dan membantin
'hmm lumayan'. Meskipun aku tahu, aku tidak punya kesempatan dan keberanian
besar untuk mengenal ataubahkan dekat dengannya.
Aku tahu dia pasti sekolah disekolah yang sama denganku. Tapi sayangnya aku
tidak terlalu ingat wajahnya itu. Seharian disekolah pda saat itu aku tidak
memikirkannya sama sekali. Hari Mos pun berlalu. Aku hanya bisa melihat
sosok badan dan motornya setiap kali aku berangkat sekolah. Ketika di sekolah
aku tidak pernah melihat dirinya yg setiap pagi kulihat dijalan itu. Memasuki
semester 2 akhir kelas 10, aku sering melihatnya. Saat itu aku ingat dan yakin
bahwa itu dia. Tapi saat itu juga aku sudah merasa biasa, walaupun msih tersisa
rasa- rasa tertarik padanya. Aku ingin sekali bisa dekat dengannya,
meskipun sebatas teman. Untuk bisa mengenalnya saja itu sudah membuatku senang.
Suatu hari, aku pinjam handphone teman sebangkuku dan melihat contact di bbmnya.
Tak lama kemudian, aku melihat foto dari nama contact temannya. Di foto itu ada
3 atau 4 org laki-laki yang salah satu sosoknya aku kenali. Dan ya! itu dia,
pada detik itu juga aku lgsg invite dia di bbm dan tahu namanya.
Hari demi hari terus berjalan, sampai akhirnya ujian akhir semester 2 di kelas
10 pun dimulai. Hari pertama ku lewati seperti biasa adanya, aku belajar dan
selalu menyelesaikannya dengan baik sampai hari terakhir. Di haru terakhir, aku
melihatnya yg muncul dari jendela ruangan ujian yg bersebrangan dengan
ruanganku. Saat itu juga aku spontan "eh? itu kan dia". Temanku pun
menjawab "siapa? si a?". Ya, dia memiliki nama panggilan
"a" (itu istilah bgiku disini, yg gak bisa ku beritahu disini). Aku
pun menjawab pertanyaan temanku itu, "hah? iya, lo kenal?? serius?
huaaa". "tapi dia udah punya cewek, Lan" temanku nyeletuk
tiba-tiba, dan.......perasaan buyar, entah smuanya jadi satu. Disitu aku merasa
sangat senang sekali bisa tahu namanya dan bagaimana dia, walaupun hanya sekedar,
walaupun aku tahu dia sudah ada yg memilikinya.
Pada hari itu, aku berencana akan pergi ke acara pensi sekolah SMA lain. Aku
pun mengajak temanku itu, dan dia pun tertarik. Sampai akhirnya aku berkata
"kalo lo dateng sama "a" beneran, gue mau kenalan beneran
deh!" sumpah pada waktu itu sangat-sangat menjadi seorang yg sok berani
dan agak gaktau malu. Lalu kita setuju dengan rencana itu. Temanku pun langsung
mengajak si "a", dan dia pun mau. Betapa senang dan deg-degan yg
sangat membara ku rasakan saat itu juga.Setelah sampai dirumah, aku merasa
senang sekali. Bisa bertmu dengannya langsung dan berkenalan membuatku
tersenyum dan tegang banget. Jujur, aku bingung mau pakai baju apa, bagaimana,
dan akhirnya aku pun hanya memakai baju biasa dan berfikirjust be as who you are.
Aku keep going on sms dengan temanku itu. Dia berangkat bareng sama si
"a", dan aku berangkat terlebih dahulu. Sesampainya di sekolah itu,
aku tegangku agak berkurang dan tidak terlalu memikirkan mereka, karena di sana
aku bertemu teman lamaku.
Ketika aku melihat jam, aku baru sadar kalau sudah jam 5 dan mereka belum
kunjung datang. Padahal temanku itu blg kalau mau datang jam 4. Aku pun
bertanya, dan ternyata si "a" masih tidur. Temanku menyuruhku
mengirim bbm ke si "a" untuk cepat. Dan tanpa berfikir aku langsung
mengeping bbmnya. Lama...menunggu...dan akhirnya dibls "ya, kenapa?".
Aku pun kaget, senang, dan begitu deg-degan. Lalu aku lgsg berbicara seperlunya
mengenai temanku yg sudah menunggunya. Hari pun sudah petang tetapi mereka
berdua belum juga datang. Handphoneku lowbat, dan ya aku gak tahu kabar mereka.
Tiba-tiba teman sebangkuku memanggil dan memberikan handphonenya padaku, dan
aku melihat ada chat dari si "a" untukku. Ternyata itu temanku yg
mengabarkan kalau dia sudah datang dan mereka punya sdkit problem. Temanku
menyuruhku keluar untuk menemuinya, dan aku pun lgsg berlari keluar.
Saat itu aku tidak memikirkan bagaimana bila bertemu dengan "a". Aku
pun bertemu dengan temanku, tapi tidak dengan "a". Aku sontak
bertanya "mana si dia? kok gakada?", temanku pun menjawab "tau
ah! dia lagi muter-muter katanya. bete gue!". Aku hanya diam, dan
mendengarkan apa yg sbnrnya terjadi.
Lama...saat aku sedang mendengar cerita tentang apa yg terjadi, tiba-tiba
"a" dateng. Temanku lgsg memanggilnya, "sini, disini
deketan". Dia berada di pinggir jalan sebrang dari kita. Lalu dia lgsg
mendekat ke kita, perasaanku sangat-sangat senang dan tegang. Aku dan dia
posisinya pas sekali berhadapan. Kami pun berbicara lanjut tentang yg tadi.
Acara pensi pun selesai, anak-anak lain pun sudah mulai keluar, dan sahabatku
pun jga keluar mengajakku kerumahnya. Memang tujuanku, sahabatku, dan temanku
itu ingin kerumah sahabatku. Temanku meminta "a" mengantarnya ke
rumah sahabatku, dan dia pun mau. Kami jalan berbarengan, temanku sama
"a" aku sama temanku lutfi dan sahabatku sama pacarnya. Di jalan, aku
meminta temanku untuk blg kalau aku sebenarnya tertarik pada "a",
tetapi temanku tidak berani mengatakannya. Sesaat kemudian, kita sampai di
rumah sahabatku. Kita pun turun dari motor masing-masing. Dengan memberanikan
diri, aku blg ke "a" "makasih ya udah mau nganterin dia,
hehe", dan dia pun menjawab "oh.. iya gapapa kok, sama sama"
sambil tersenyum dan aku pun berbalik memberikan senyum bahagiaku ke dia. Aku
bisa merasakan kalau sebenarnya aku masih menyimpan rasa itu, rasa saat pertama
kali melihatnya, rasa yg sempat menghantui dan membuatku sangat
berharap. Kita pun lgsg masuk dan berbicara sesuatu yg biasa dibicarakan
para perempuan.
Tiba-tiba
aku blg ke temanku "eh, tolongin gue ya plis? sms dia ya plis?" dan
temanku menjwb "iya udah sana, tapi jangan blg itu elo dan jangan lebay
ya!". Wah, kesempatan besar yg aku dapatkan, lalu aku mulai smsnya, ini
isi sekedar dari sms yg aku ingat:
aku:
"A" makasih ya udah mau nganterin haha.
dia:
iya selow
lalu
aku lupa lanjutannya, dan setelah itu:
aku: eh
temen gue tadi agak suka tuh sama lo, cieeee
dia:
ha? yg mana? wkwk
aku: yg
pake krudung, yg wulan itu. gimana?
dia: oh
haha. iya iya, lumayan. manis wkwkwk
Seketika
aku senyum meledak bahagia...
aku:
iya bener, manis ya? boleh lah di greet
dia:
iya haha. ah gaenak gue, gak kenal kan
aku: ya
makanya greet dong biar kenal. Jangan lupa sama yg di gading (pcnya)
dia:
iya deh nanti. haha iya, tau aja. Biarinlah temenan ini kan :p
Saat
itu aku lgsg merasakan sesuatu yg aneh, tapi rasa itu kebanting sama rasa
senangku yg menggebu-gebu. Selesai sampai disitu, aku lupa lanjutannya.
Hari
pun sudah mulai larut malam, aku dan temanku pulang bersama dengan rasa senang
yg membara.
Malam pun semakin larut, aku sudah seloyoran di atas kasurku. Tiba-tiba ada yg
mengeping bbmku. Saatku lihat, ya aku terkaget-kaget saat membaca display name
yg muncul mengepingku adalah "a". Awalnya kupikir itu ping an chat
tadi siang saat pending, ternyata tidak, dia benar-benar mengepingku untuk
menggreetku. Rasa bahagia yg benar-benar bahagia datang dan bisa aku rasakan.
Saat itu juga aku menyadari aku memang sudah benar-benar suka padanya. Pada
sosok yg ku idam-idamkan secara sunyi, sosok yg seringku lihat dipagi hari, dan
sosok lelaki yang telah dimiliki seseorang. Ya, aku tahu ini salah, aku tahu
aku bisa dikatakan 'genit'. As far as i feel, i totally dont care about what
everything like that in that time. Aku mengerti dan aku sangat tahu itu,
makanya aku mencoba mengontrol smua emosi perasaanku padanya. Dan aku hanya
menikmati kesempatanku untuk dekat dan bisa mengenalnya.